Rabu, 22 Februari 2012

Motif Batik Lasem dan Warnanya

Motif Batik Lasem secara umum hanya ada dua motif, yakni motif Cina dan non Cina.
Batik Lasem Motif Non Cina, yakni Batik Tulis Lasem yang motif-motifnya tidak dipengaruhi oleh budaya Cina. Motif Batik Lasem ini didominasi motif batik Jawa, diantaranya: Sekar Jagad, Kendoro Kendiri, Grinsing, Kricak/Watu Pecah, Pasiran, Lunglungan, Gunung Ringgit, Pring-pringan, Pasiran Kawung, Kawung Mlathi, Endok Walang, Bledak Mataraman, Bledak Cabe, Kawung Babagan, Parang Rusak, Parang Tritis, Latohan, Ukel, Alge, Ceplok Piring, Ceplok Benik, Sekar Srengsengan, Kembang Kamboja, dan Sido Mukti.
Batik Lasem Motif Cina, yakni Batik Tulis Lasem yang motifnya dipengaruhi budaya China, bahkan unsur orientalnya sangat kental dan dominatif, diantaranya:
1.Motif Fauna Cina plus non Cina.
Contoh motif fauna Cina : motif burung hong (phoenix) yang dikenal sebagai Lok Can, naga (liong), kilin, ayam hutan, ikan emas, kijang, kelelawar, kupu-kupu, kura-kura, ular, udang, kepeting, dsb. Motif fauna Cina ini berkolaborasi dengan motif batik Jawa, seperti parang, udan riris, kawung, kendoro kendiri, sekar jagad, anggur-angguran, dsb.
2.Motif Flora Cina plus motif non Cina
Motif flora Cina misalnya bunga seruni (chrysanthemum), peoni, magnolia, sakura (cherry blossom), bamboo, dsb. Motif flora Cina ini juga sering bersimbiosis mutualisme dengan motif batik Jawa.
3.Motif lain bergaya Cina selain flora dan fauna plus motif batik non Cina.
Contoh motif lain( non flora fauna Cina) adalah kipas, banji, delapan dewa (pat sian), dewa bulan, koin uang (uang kepeng).
4. Motif kombinasi Cina plus motif batik non Cina
Maksud kombinasi motif disini adalah dalam satu Batik Lasem keeleganan motif fauna dan flora Cina berbaur dengan keindahan motif-motif batik Jawa.
Adanya keempat jenis kategori motif Batik Lasem tersebut, memberikan kebebasan kepada para pembatik Lasem dalam berkreasi. Mereka tidak terpaku pada pola motif baku (pakem). Yang terpenting, improvisasi dan kreativitas pembatik Lasem selalu tertantang untuk membuat batik yang bermotif unik dan khas, sehingga bernilai artistik estetik yang tinggi.
Motif Laseman
Kesemua jenis motif tersebut, motif non Cina dan Cina, disebut motif Laseman. Selama ini motif Cina-lah yang dikenal sebagai motif Laseman. Namun berdasarkan pertimbangan sosiologis historis berupa interaksi budaya lintas Cina Jawa di Lasem, diusulkan motif non Cina juga dapat dipromosikan bersama motif Cina yang sudah ada sebagai motif Batik Laseman.
Motif Laseman memiliki pengaruh sangat kuat pada batik Indramayu, Jambi, Palembang, pekalongan, Solo,dan Yogyakarta. Seperti halnya pengaruh motif batik dari berbagai daerah tersebut dalam perkembangan dinamika motif dalam batik Lasem. Sebagai contoh, konon seni batik Indramayu diperkenalkan oleh para pengrajin batik dari Lasem.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar